Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

VAKSIN VARISELA / CACAR AIR

Varisela atau yang lebih dikenal dengan cacar air adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan bintik-bintik merah, yang dapat menyebabkan kerusakan dan ketidaknyamanan pada kulit.
Sejauh ini cacar air dianggap sebagai suatu penyakit ringan tetapi komplikasi dapat terjadi baik pada anak maupun dewasa. Komplikasinya antara lain:
  • Infeksi tambahan pada kulit menimbulkan kerusakan dan bekas luka (yang dapat menyebabkan rasa rendah diri jika letaknya di wajah)
  • Pneumonia, ensefalitis, yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit.
  • Kematian pada beberapa kasus.
Ada tiga cara berbeda orang dapat terserang cacar air:
  • Penularan dari orang ke orang melalui bersin atau batuk
  • Kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, dimana gelembung-gelembung cairan sangat menular
  • Penularan melalui plasenta yaitu dari ibu yang terinfeksi ke janin yang dikandungnya
Gejala cacar air ini dimulai 14-16 hari setelah kontak dengan pasien yang terinfeksi. Sakit kepala, demam, sakit perut dan tidak enak badan biasanya mendahului timbulnya bintik-bintik merah (1-2 hari). Bintik-bintik merah timbul dari kepala, muka atau bagian badan atas dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Imunisasi terhadap cacar air dapat melindungi kita dan keluarga dari penyakit ini. Kebanyakan vaksin cacar air ini efisien dan memberikan perlindungan yang lama. Vaksin ini diberikan sejak usia 12 bulan dan telah ditoleransi aman dan baik.

VAKSIN CAMPAK, GONDONG & RUBELA

Vaksin campak, gondong dan rubela adalah vaksin kombinasi yang diindikasikan untuk pencegahan pada usia 1 tahun atau lebih terhadap penyakit campak, gondong dan rubela.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penularannya terjadi melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita. Gejalanya adalah demam, batuk, pilek, dan timbul bercak merah di kulit 3-5 hari setelah anak menderita demam. Komplikasi dari penyakit campak adalah pneumonia (radang paru-paru), infeksi telinga, neuritis (radang pada syaraf), arthritis (radang sendi) dan ensefalitis (radang otak) yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen.
Gondong adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus gondong. Penularannya terjadi melalui udara. Gejalanya adalah demam 3-5 hari, pembengkakan di daerah pipi yang berdekatan dengan telinga bagian bawah, rasa kurang enak badan, nyeri kepala dan rasa sakit bila menelan atau mengeluarkan air liur. Komplikasi paling sering adalah radang otak dan radang buah pelir atau kandung telur (14-35%) yang dapat menyebabkan kemandulan.
Rubela atau campak jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Penularannya adalah melalui udara. Gejala-gejala yang khas adalah demam, timbulnya bercak merah di kulit, pembesaran kelenjar getah bening di leher dan bagian belakang kepala. Komplikasi rubela adalah arthritis (radang sendi) dan neuritis (radang syaraf), tetapi yang paling serius adalah jika virus rubella menginfeksi ibu yang sedang hamil karena dapat merusak janin dalam kandungan ibu. Bila seorang ibu menderita rubela dalam bulan-bulan pertama kehamilannya, maka janin dalam kandungan akan mengalami berbagai kelainan bawaan antara lain kelainan jantung, mikrosefali (ukuran kepala kecil) disertai dengan kelambatan perkembangan intelektual, tuli dan buta (Rubella Congenital Syndrome)
Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi. Pemberian imunisasi bertujuan untuk melindungi terhadap penyakit-penyakit tersebut hanya dengan satu suntikan. Vaksin ini mengandung ketiga jenis virus campak, gondong, dan rubela yang masih hidup tetapi telah dilemahkan, dan dikemas dalam bentuk kemasan tunggal sebagai vaksin campak, gondong dan rubella.

12 MACAM IMUNISASI

Setelah lahir, bayi belum punya daya tahan yang cukup untuk menangkal berbagai penyakit. Walaupun memperoleh antibodi bawaan yang diberikan ibu sejak dalam kandungan, bayi memerlukan perlindungan tambahan untuk menjaga ketahanan tubuhnya terhadap penyakit.

Imunisasi merupakan suntikan vaksin atau bahan antigenik untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh bayi. Gunanya untuk mencegah dan  mengenali beberapa penyakit tertentu yang mungkin mengancamnya.

Sejak lahir, bayi memerlukan berbagai jenis imunisasi hingga mencapai kanak-kanak. Beberapa imunisasi bayi yang perlu Anda tahu di antaranya:

1. Imunisasi BCG
Vaksin ini agar tubuh bayi kebal terhadap bakteri tuberkulosis (TBC). BCG diberikan sekali sebelum anak berumur dua bulan. Imunisasi polio diberikan empat kali pada bayi usia 0-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi Campak diberikan satu kali pada bayi usai 9-11 bulan. Imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini bersifat wajib dan disubsidi pemerintah.

2. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah  vaksin 3 in 1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi fatal. DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini juga diwajibkan pemerintah.

3.Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Imunisasi diberikan bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya sudah mendapat suntikan DPT.

4. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh.

5. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair.

Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama, meningitis, pembengkakan buah zakar yang berakibat kemandulan.

6. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Dua jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.

7. Imunisasi Meningitis
Imunisasi ini belum diwajibkan pemerintah karena  biayanya masih cukup besar. Imunisasi dilakukan bagi bayi di bawah usia satu tahun hingga balita. Imunisasi ini mencegah terjadinya infeksi meningitis atau lapisan otak yang banyak terjadi pada bayi dan balita.

8.Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air.

9.Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter.

10.Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah)

11.Imunisasi Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama tiga-lima tahun dan harus diulang kembali. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul.

12.Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan.

Rabu, 06 Juli 2011

Artikel Kesehatan - Fakta Tentang Teh dan Kopi

TEH DAN KOPI KURANGI RESIKO PENYAKIT JANTUNG

Meminum kopi dan teh secara teratur ternyata mampu mengurangi resiko terkena penyakit jantung secara signifikan. Asupan dua minuman ini secara moderat mampu menurunkan peluang kematian akibat penyakit kardioivaskular hingga seperlima.
Selain manfaatnya mencegah penyakit jantung, minum kopi dan teh juga tidak meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti stroke.
Dr. Yvonne van der Schouw, profesor penyakit kronis di Pusat Kesehatan Universitas Utrecht Belanda mengungkapkan hasil sebuah studi yang digelar terhadap 37.514 orang selama 13 tahun untuk memantau penyakit jantung dan kematian.
Peneliti menemukan, mereka yang minum tiga-enam cangkir teh atau kopi, 45 persen lebih sedikit resikonya menderita masalah jantung dibandingkan mereka yang minum kopi atau teh kurang dari satu cangkir setiap hari.
Namun, bukan berarti meminum lebih banyak kopi akan membantu. Orang yang minum kopi atau teh lebih dari enam cangkir memiliki risiko terkena jantung sebanyak 36 persen. Kopi dan teh memiliki kandungan antioksidan yang mampu merusak radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Temuan yang  diterbitkan dalam Arteriosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular: Journal of American Heart Association itu juga mencatat, perilaku kesehatan antara peminum kopi dan teh berbeda.
Peminum kopi lebih rentan untuk merokok dan menjalani diet yang kurang sehat dibandingkan para pecinta teh. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa teh dan kopi berkaitan dengan menurunnya risiko beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, diabetes, stres bahkan jerawat.
Ellen Mason, Pakar di Pusat Rehabilitasi Jantung Inggris menambahkan, minum kopi dan teh disertai gaya hidup sehat adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tetap optimal. “Minum kopi sambil merokok akan membatalkan manfaat positif. Begitu juga jika tidak berolahraga dan bergerak secara teratur,” katanya seperti dimuat dalam Telegraph. (kd)


Manfaat Kopi untuk Melindungi Diri Melawan Kanker Kepala dan Leher
TEMPO Interaktif, Salt Lake City - Hasil studi baru-baru ini menambah bukti bahwa kopi bisa melindungi terhadap kanker kepala dan leher.
Hasil studi ini diterbitkan online di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention terbitan Asosiasi Penelitian Kanker Amerika.
Menggunakan informasi dari analisis yang dikumpulkan dari sembilan studi sebelumnya yang dihimpun oleh International Head and Neck Cancer Epidemiology (INHANCE), peserta yang minum kopi secara reguler, yaitu, mereka yang minum empat cangkir atau lebih, memiliki penurunan 39 persen risiko kanker rongga mulut dan kanker pharynx, dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.
Data mengenai kopi bebas kafein terlalu jarang untuk analisis secara terperinci, tetapi tidak menunjukkan peningkatan risiko. Adapun asupan teh tidak berhubungan dengan risiko kanker dan kanker leher.
Keterkaitan yang lebih kuat terlihat di antara mereka yang mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi sehari.
Pemimpin penelitian ini, Mia Hashibe, Ph.D., asisten profesor di Universitas Utah, Salt Lake City, mengatakan, “Apa yang menjadikan hasil studi kami sangat unik adalah bahwa kami memiliki ukuran sampel yang sangat besar, dan karena kami menggabungkan data melalui banyak penelitian, kami memiliki kekuatan statistik untuk mendeteksi hubungan antara kanker dan kopi.”
Studi sebelumnya oleh peneliti dari Harvard menunjukkan bahwa orang yang minum kopi memiliki risiko kanker prostat 60 persen lebih rendah daripada pria yang tidak minum kopi.
Hasil studi lain yang diterbitkan Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention edisi Januari menunjukkan penurunan risiko gliomas, atau tumor otak, yang terkait dengan kopi. Keterkaitan ini ditemukan di antara mereka yang minum lima cangkir kopi atau teh setiap hari, menurut para peneliti dari Imperial College, London.
ScienceDaily/Ngarto Februana
Berita Lain tentang Manfaat Kopi dan Teh bagi Kesehatan:
Manfaat Kopi dan Teh untuk Jantung Anda
Senin, 21 Juni 2010. TEMPO Interaktif, Utrecht - Para penggemar kopi dan teh tak perlu khawatir dengan jumlah konsumsi kedua minuman itu, baik banyak atau sedang, minum kopi dan teh diperkirakan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Minum Kopi Bisa Mengurangi Risiko Diabetes
Sebuah tim ilmuwan melaporkan adanya bukti baru bahwa minum kopi dapat membantu mencegah diabetes, yang diperkirakan sebagian besar karena kandungan kafein dalam kopi…. SELENGKAPNYA

Kafein Tidak Membuat Anda TerjagaPenelitian di Inggris menyebutkan bahwa tidak benar kafein membuat kita lebih segar sehingga tetap terjaga…